Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel telah mengalami lonjakan popularitas yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini bukan hanya sukses di lapangan, tetapi juga berhasil menarik perhatian di media sosial. Dengan pertumbuhan pengguna platform digital, fenomena padel kini menjadi sorotan utama dalam dunia olahraga.
Tren padel mulai muncul secara global sejak akhir 2020, namun pertumbuhannya di Indonesia terasa lebih kuat pada tahun 2023. Data menunjukkan bahwa jumlah lapangan padel baru yang dibangun di negara ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Menurut Asosiasi Padel Indonesia, jumlah pemain padel di Indonesia kini diperkirakan mencapai 100.000 orang, dengan angka ini terus bertambah seiring banyaknya turnamen dan klub yang bermunculan.
Media sosial berperan penting dalam mempopulerkan padel. Platform seperti Instagram dan TikTok menjadi sarana bagi pemain untuk berbagi momen berharga di lapangan. Video pendek yang menampilkan teknik permainan, cuplikan pertandingan, hingga tips latihan memperoleh jutaan tampilan. Hal ini menciptakan komunitas virtual di kalangan penggemar padel yang melampaui batas geografis. “Media sosial mengekspos padel kepada audiens yang lebih luas. Kami melihat anak-anak muda yang sebelumnya tidak tertarik pada olahraga mulai berdatangan ke lapangan,” kata Aulia Rahman, seorang pelatih padel terkemuka di Jakarta.
Tren ini tidak lepas dari dukungan lebih banyak merek yang terlibat dalam olahraga ini. Beberapa perusahaan olahraga telah mulai berinvestasi dalam sponsor untuk turnamen padel. Pada tahun 2025, diperkirakan bahwa sponsor komersial dalam padel di Indonesia akan mencapai miliaran rupiah. Hal ini juga membuka jalan bagi pemain muda untuk mendapatkan beasiswa dan peluang menjadi atlet profesional. “Dengan adanya dukungan sponsor, karier para pemain muda semakin cerah,” ujar Dimas Pramudya, seorang pemain muda berprestasi yang kini mengikuti kompetisi internasional.
Fasilitas lapangan yang semakin berkembang menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan padel. Di kota-kota besar, beberapa klub telah menyediakan lapangan padel dengan standar internasional. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei olahraga menunjukkan bahwa 65% pemain baru cenderung memilih padel karena aksesoris dan fasilitas yang mudah diakses, serta komunitas yang mendukung. “Lingkungan yang ramah membuat orang merasa lebih nyaman untuk bermain dan belajar,” jelas Nisa Candrawati, seorang ahli olahraga.
Sementara itu, kehadiran influencer di media sosial turut memperkuat popularitas padel. Pemain padel profesional, seperti Anton Sutrisno dan Maya Windarti, sering membagikan perjalanan mereka, baik di lapangan maupun kehidupan sehari-hari. Dampak dari influencer ini sangat besar, sehingga banyak penggemar yang mulai aktif mencari informasi tentang padel dan berusaha untuk terlibat. “Influencer telah berhasil mengubah pandangan orang terhadap padel. Sekarang, menjadi pemain padel bukan hanya sekadar berolahraga, tetapi juga gaya hidup,” tambah Aulia Rahman.
Dalam konteks global, padel juga semakin diperhitungkan di pentas internasional. Beberapa negara Eropa seperti Spanyol dan Swedia sudah menjadikan padel sebagai olahraga utama dengan liga-liga profesional yang menarik banyak peminat. Indonesia mengikuti jejak tersebut dengan rencana pengembangan liga padel nasional yang akan diluncurkan tahun depan. Liga ini diharapkan mampu menarik perhatian lebih banyak pemain dan penonton, serta mendorong pelaksanaan turnamen yang lebih terorganisir.
Selain itu, dengan berkembangnya e-sport, sejumlah platform online juga mulai menawarkan permainan padel virtual, menciptakan pengalaman baru bagi pecinta olahraga. Ini memfasilitasi pemain untuk tetap terhubung dengan olahraga meskipun dari jarak jauh. Beberapa pemain profesional kini juga melakukan kolaborasi dengan pengembang game untuk menciptakan konten padel yang lebih interaktif.
Dengan semua perkembangan ini, padel telah menjelma menjadi fenomena yang tidak hanya menyentuh aspek olahraga, tetapi juga memperkaya budaya digital di masyarakat. Di tengah ketidakpastian masa depan olahraga global, padel memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang, berkat kombinasi antara lapangan, media sosial, dan dukungan komunitas yang solid.
Comment Closed: Dari Lapangan ke Media Sosial: Fenomena Permainan Padel di Era Digital
Sorry, comment are closed for this post.