DPRD Banjarmasin Desak SKPD Maksimalkan Penyerapan anggaran, Proyek Infrastruktur Jangan Sampai Terbengkalai duniapermainan.id portal berita batam sekupang akurat

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin mendesak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mengoptimalkan penyerapan anggaran hingga akhir tahun 2026. Percepatan realisasi belanja daerah dinilai penting, agar anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat, bagi masyarakat serta mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachuri menegaskan, bahwa optimalisasi penyerapan anggaran bukan hanya menjadi tanggung jawab SKPD yang menangani kegiatan fisik dan pembangunan infrastruktur. Seluruh perangkat daerah, terutama yang bersentuhan langsung, dengan pelayanan publik, juga harus menunjukkan kinerja maksimal.

Menurutnya, anggaran daerah yang terserap dengan baik harus berbanding lurus dengan hasil pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, ketika penyerapan anggaran maksimal, manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Perputaran ekonomi di Kota Banjarmasin juga akan semakin baik,” ujarnya kepada wartawan di Banjarmasin, Sabtu (7/11/2026).

Rikval menyebutkan, sejumlah sektor yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah meliputi infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga bidang sosial.

Khusus sektor infrastruktur, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Di antaranya perbaikan jalan, rehabilitasi jembatan, serta penanganan rumah warga yang membutuhkan bantuan pemerintah.

Ia meminta SKPD terkait tidak menunda-nunda pelaksanaan program yang telah direncanakan. Terlebih, waktu pelaksanaan anggaran tahun 2026 semakin terbatas sehingga diperlukan langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan.

Menurutnya, penyerapan anggaran tidak boleh hanya mengejar angka realisasi di atas kertas. Lebih dari itu, setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jangan sampai anggaran hanya terserap secara administratif, tetapi hasil pembangunan yang dibutuhkan masyarakat justru tidak maksimal. Karena itu, seluruh SKPD harus bekerja lebih cepat dan memastikan program yang sudah direncanakan dapat diselesaikan,” tegasnya.

Terkait capaian penyerapan anggaran masing-masing SKPD, Rikval mengakui DPRD Kota Banjarmasin belum mengantongi data persentase realisasi secara terperinci.

Untuk mengetahui perkembangan tersebut, DPRD menjadwalkan evaluasi pada 12–14 November 2026 yang sekaligus dirangkaikan dengan pembahasan anggaran.

“Dalam rapat evaluasi nanti akan kita lihat sejauh mana realisasi penyerapan anggaran masing-masing SKPD. Saat ini kami belum memegang angka pastinya,” jelasnya.

Selain menyoroti penyerapan anggaran, DPRD Kota Banjarmasin juga memberikan perhatian serius terhadap kesiapan pemerintah kota dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi meningkatkan ancaman genangan dan banjir.

Rikval menilai, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini melalui berbagai upaya normalisasi sungai, pengerukan anak sungai, serta pembersihan saluran drainase yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan.

Menurutnya, kondisi sungai dan drainase yang tidak terpelihara dengan baik dapat menghambat aliran air, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Karena itu, pemerintah kota melalui SKPD terkait diminta tidak hanya melakukan pengerukan dan pembersihan ketika banjir mulai terjadi. Pemeliharaan sungai dan saluran drainase harus menjadi program rutin dan berkelanjutan.

Ia berharap langkah preventif tersebut dapat berjalan optimal sehingga mampu mengurangi risiko genangan dan banjir yang selama ini menjadi salah satu persoalan perkotaan di Banjarmasin.

“Harapannya, pengerukan sungai dan pembersihan saluran yang tersumbat bisa memperlancar aliran air. Ini merupakan langkah preventif agar ketika musim hujan tiba, potensi banjir bisa diminimalkan,” pungkasnya.

DPRD berharap seluruh SKPD dapat memanfaatkan sisa waktu tahun anggaran 2026 secara maksimal. Percepatan realisasi program, penyelesaian pekerjaan infrastruktur, serta kesiapan menghadapi musim hujan harus menjadi prioritas agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari penggunaan anggaran daerah. (benk/iniberita)

duniapermainan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *