GRIB Jaya Kepri Minta Konflik Setokok Diselesaikan Secara Hukum, Dorong Tanggung Jawab PT MIG duniapermainan.id portal berita batam sekupang akurat

Gambar : Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Junaidi Eddy. (Dok.Pribadi)

AMSNews.id | Batam – Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Junaidi Eddy, menyampaikan sikap resmi menyikapi peristiwa pertikaian yang terjadi di kawasan Setokok, Kota Batam.

Junaidi menegaskan, pihaknya mendukung langkah aparat penegak hukum dalam menangani perkara tersebut. Ia meminta proses hukum dilakukan secara objektif terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat.

“Kami mendukung penegakan hukum dan meminta seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa pandang bulu,” ujar Junaidi dalam pernyataan resminya.

Selain menyerukan penegakan hukum, Junaidi juga menyoroti tanggung jawab PT MIG Perkasa Industri yang disebutnya berkaitan dengan aktivitas di lokasi kejadian.

Menurut dia, apabila perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap kegiatan atau pengelolaan area tersebut, maka aspek kemanusiaan terhadap para korban perlu menjadi perhatian, termasuk biaya perawatan korban yang mengalami luka serta bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia.

Junaidi menyebut tanggung jawab tersebut penting dilakukan untuk membantu meringankan beban keluarga korban sekaligus mencegah munculnya persoalan baru di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya, Junaidi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendatangi rumah duka almarhum Edi Palue, salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa Setokok.

Kunjungan tersebut, kata dia, dilakukan sebagai bentuk belasungkawa sekaligus penghormatan kepada keluarga korban.

Dalam pertemuan itu, keluarga almarhum disebut menyampaikan permohonan agar Junaidi membantu memperjuangkan perhatian dan tanggung jawab yang layak dari pihak PT MIG Perkasa Industri.

Junaidi mengatakan, sebagai bentuk kepedulian awal, dirinya telah menyerahkan bantuan berupa santunan dan sembako kepada keluarga almarhum.

Ia juga mengaku tengah mengupayakan bantuan pendidikan bagi anak-anak Edi Palue, termasuk biaya sekolah dan kuliah.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada keluarga korban. Kami juga berharap pihak yang memiliki tanggung jawab dapat segera memberikan perhatian yang layak kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Junaidi.

Di tengah situasi pascaperistiwa tersebut, Junaidi meminta masyarakat tidak mengaitkan konflik Setokok dengan persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ia menilai persoalan tersebut harus dilihat sebagai konflik antara pihak-pihak yang terlibat dan diselesaikan melalui mekanisme hukum.

“Kami menegaskan bahwa ini bukan persoalan SARA atau kesukuan. Ini merupakan pertikaian antara dua kelompok yang sedang berkonflik,” tegasnya.

Junaidi juga mengimbau masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Ia meminta penyelesaian perkara sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar prosesnya berjalan secara transparan dan berkeadilan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas Batam serta Kepulauan Riau. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” ujarnya.

Junaidi berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan seluruh pihak dapat mengedepankan proses hukum serta kepentingan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Setokok. (*)

 

duniapermainan.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *