Gambar : Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin (UH) berfoto bersama di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Kamis (19/9/2026).
AMSNews.id | Gowa – Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin (UH) menggelar lokakarya untuk memaparkan hasil pelaksanaan program Smart Hydro-Feed Farming di Kantor Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Kamis (19/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WITA tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026.
Lokakarya sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil program dan mempersiapkan keberlanjutannya di tengah masyarakat.
Kegiatan diikuti tim pengelola Smart Hydro-Feed Farming bersama aparat Desa Tinggimae.
Dalam kesempatan itu, Tim Cara’de menjelaskan sejumlah capaian program yang telah dilaksanakan, termasuk penerapan konsep integrasi sektor pertanian dan perikanan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan sistem.
Selain memaparkan capaian, tim juga memberikan penjelasan teknis kepada pengelola mengenai tata cara pengoperasian, pemanfaatan fasilitas, hingga pemeliharaan sistem Smart Hydro-Feed Farming.
Langkah tersebut dinilai penting agar pengetahuan dan keterampilan yang selama ini diberikan kepada masyarakat tidak berhenti ketika masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.
Ketua Tim Cara’de, Yunita Azzahra, mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya selama pendampingan mahasiswa, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan program secara mandiri.
“Kami berharap ketika program kami sudah selesai, tim pengelola dapat melanjutkan program Smart Hydro-Feed Farming secara mandiri. Apa yang telah kami bangun selama pelaksanaan PPK Ormawa ini bukan hanya berhenti pada kegiatan mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tinggimae,” ujar Yunita.
Ia menambahkan, aspek keberlanjutan perlu dipersiapkan sejak awal agar inovasi yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, kolaborasi antara tim pengelola, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program.
Sinergi tersebut juga diharapkan dapat membuka ruang pengembangan Smart Hydro-Feed Farming sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki Desa Tinggimae.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Sejumlah hal dibahas, mulai dari mekanisme pengelolaan, pemeliharaan sarana, peluang pengembangan sistem, hingga langkah yang perlu dilakukan setelah program PPK Ormawa 2026 selesai.
Tim Cara’de BEM KMF TP UH berharap proses transfer pengetahuan yang dilakukan melalui lokakarya tersebut dapat memperkuat kapasitas tim pengelola di Desa Tinggimae.
Dengan demikian, Smart Hydro-Feed Farming tidak hanya menjadi program pendampingan mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa. (*)
duniapermainan.id