INIBERITA.id, BANJARMASIN – Persoalan bantuan sosial (bansos), perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan air bersih menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Tugiatno, di Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Kegiatan reses tersebut merupakan bagian dari agenda penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Timur pada masa sidang III tahun 2026. Melalui pertemuan tersebut, warga mendapat kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus mengusulkan solusi kepada wakil rakyat.
Tugiatno, yang akrab disapa Tugit, mengatakan kegiatan reses terakhirnya pada 2026 itu diwarnai sejumlah pertanyaan dan masukan dari masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari, mulai dari penyaluran bantuan sosial, kondisi infrastruktur lingkungan, hingga pelayanan air minum yang dikelola PT Air Minum Bandarmasih.
Menurut Tugit, beragam pertanyaan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Aspirasi tersebut juga menjadi masukan bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, sejumlah pertanyaan masyarakat dapat dijawab secara langsung. Sementara itu, pertanyaan lain telah disiapkan jawabannya secara tertulis agar informasi yang disampaikan kepada warga lebih jelas dan terarah.
“Dalam reses ini, masyarakat menyampaikan berbagai pertanyaan dan aspirasi. Ada yang bisa dijawab secara langsung, dan ada pula yang jawabannya sudah kami siapkan secara tertulis,” ujar Tugit, Sabtu (24/10/2026).
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Banjarmasin tersebut mengungkapkan, persoalan yang paling banyak mendapat perhatian warga berkaitan dengan bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan serta jembatan.
Persoalan bantuan sosial menjadi salah satu hal yang disoroti karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah. Warga membutuhkan informasi yang jelas mengenai mekanisme penyaluran bantuan, persyaratan penerima, serta langkah yang dapat ditempuh apabila terdapat persoalan dalam proses pendataan maupun penyalurannya.
Aspirasi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan program bantuan sosial dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain bansos, kondisi infrastruktur lingkungan juga menjadi perhatian masyarakat Kelurahan Sungai Bilu. Perbaikan jalan dan jembatan dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta menjaga akses masyarakat menuju berbagai fasilitas umum.
Infrastruktur yang memadai merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, usulan perbaikan yang disampaikan warga perlu ditindaklanjuti melalui pendataan, penentuan skala prioritas, serta koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangannya.
Masyarakat juga menyampaikan pertanyaan mengenai pelayanan air minum PT Air Minum Bandarmasih. Layanan air bersih menjadi perhatian karena berhubungan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Aspirasi mengenai layanan air minum tersebut menjadi masukan bagi pihak terkait untuk terus memperhatikan kualitas pelayanan, termasuk menindaklanjuti keluhan pelanggan sesuai mekanisme yang berlaku.
Bagi Tugit, reses tidak sekadar menjadi agenda rutin anggota DPRD untuk bertemu dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menghimpun persoalan yang berkembang di lingkungan warga sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Melalui dialog secara langsung, anggota DPRD dapat mengetahui berbagai persoalan yang mungkin belum sepenuhnya tergambarkan dalam laporan administratif. Masukan dari masyarakat juga menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan program pembangunan dan penganggaran daerah, dengan tetap memperhatikan skala prioritas serta kemampuan keuangan daerah.
Aspirasi yang dihimpun dalam reses selanjutnya perlu didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada perangkat daerah maupun instansi terkait agar dapat ditelaah sesuai bidang kewenangannya. Dengan demikian, persoalan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan, tetapi memiliki peluang untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Tugiatno berharap, berbagai masukan yang disampaikan warga Kelurahan Sungai Bilu dapat menjadi perhatian pihak terkait. Terutama persoalan bantuan sosial, perbaikan jalan dan jembatan, serta pelayanan air minum yang menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, komunikasi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar berbagai persoalan di lingkungan warga dapat diketahui secara langsung dan dicarikan jalan keluarnya sesuai ketentuan.
Kegiatan reses masa sidang III tahun 2026 tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat Dapil Banjarmasin Timur untuk menyampaikan kebutuhan dan usulan pembangunan kepada wakil mereka di lembaga legislatif.
Dengan adanya penyerapan aspirasi secara langsung, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi secara terbuka. Sementara itu, aspirasi yang telah dihimpun diharapkan menjadi bahan pembahasan dan pertimbangan bagi pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan sesuai prioritas pembangunan daerah.(benk/iniberita)
Views: 684
duniapermainan.id